Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2016

INI DIA SI JENIUS SANGKUNI

Tokoh politik dan pengadu domba pada alam pewayangan versi Mahabarata maupun Purwa Carita yang terkenal ini, ternyata tidak sepenuhnya licik, jahat dan kejam.
Walaupun banyak yang membenci karakter Sangkuni, cara pandang yang berbeda tentu akan membuka kepribadian sang provokator agung lebih luas.
Awal mula kejahatan adalah ketika paman para Kurawa ini belum menjadi patih di Astina pada jaman Prabu Pandu menjadi raja di Astina. Keinginanya menjadi seseorang pejabat menjadikanya memutar otak. Dia berfikir untuk merebut kedudukan orang terdekat raja yaitu  patih Gandamana. Menjadi patih merupakan ambisi yang besar dan harus terwujud.
Cita-cita Sangkuni terwujud, dengan mengadu domba kerajaan Astina dan kerajaan Pringgodani, karena ketrampilan dalam mengatur skenario, bukanlah Sangkuni yang menjadi tersangka dalam kasus ini, melainkan Patih Gandamana. Singkat cerita akhirnya Suman dijadikan Patih oleh Prabu Pandu dan Gandaman diusir dari Kerajaan Astina.
Tak berhenti disini, ketika lahir par…

NORMA JAWA

Dalam rangka menjaga keseimbangan untuk mencari kesempurnaan hidup maka orang jawa merasa perlu menapaki jalan hidupnya secara benar dan berpegang pada norma seperti :
Karma Orang hidup akan menuai apa yang telah ditanamkanya " sing nandur bakal ngunduh,sing utang bakal nyaur, sing nyilih kudu ngulihake ". Orang jawa mempercayai apa bila manusia tersebut melakukan hal yang baik pasti akan memperoleh kebaikan, namun sebaliknya orang yang melakukan kejahatan pasti akan menerima pembalasan yang setimpal dengan perbuatanya.
Eling Eling atau sadar ,adalah sikap hidup. lahir dan batiniah manusia jawa yang mencerminkan bahwa manusia yang bersangkutan sadar akan kedudukanya sebagai titah, " titah yekti ana kang nitahake ". Kalimat jawa ini mempunyai makna bahwa manusia hidup didunia sadar bahwa ada Tuhan yang menciptakan dan memberi kehidupan. 
Percoyo Percoyo atau percaya, adalah sikap batiniah yang percaya akan keberadaan Tuhan Yang Maha Esa dengan segala kebesaran, kekuatan…

Wayang Sebagai Pralambang Kehidupan Manusia

Wayang Sebagai Pralambang Kehidupan ManusiaWayang sebagai pralambang dalam kehidupan manusia didunia. Begitu juga dengan pesan - pesan dan nilai - nilai yang terkandung dalam pertunjukan wayang-pun bersifat Universal. Sifat, karakter dan kisah-kisah tokoh wayang didalam dunia pedalangan memang  jelas dan cukup menjadi gambaran untuk semua manusia. Kisah wayang Mahabarata dan Ramayana cukup populer di Tanah Air. Mahabarata dengan kisah heroik para Pandawa yang memberantas kejahatan saudaranya yaitu para Kurawa , Ramayana dengan kisah cinta dan pengorbanan Rama dan Shinta, yaitu melawan Raja Alengka prabu Dasamuka.Banyak Hikmah yang bisa diambil dari Kisah Mahabarata dan Ramayana.

Tokoh Pandawa mempunyai karater dan filosofi yang mengagumkan.
Tokoh Puntadewa yang terkenal dengan kesabaran, ketenangan dan keikhlasannya, konon karena besarnya keikhlasan dan kesabaran Yudistira, dia rela mengorbankan dirinya untuk mahluk yang membutuhkan walaupun nyawa sekalipun, bahkan bi…

Tanaman Herbal Berkhasiat

Khasiat Buah Adas 
Tumbuhan buah adas ini sudah sangat dikenal oleh masyarakat. Banyak khasiat yang terdapat di tumbuhan adas ini, diantaranya : dapat menurunkan  asam urat yang  berkadar tinggi, mengatasi dan mengobati penyakit batuk, melegakan perut dan mengatasi  mulas, mengobati bibir sariawan, menghilangkan rasa dingin, mengurangi dan meredakan nyeri pada sendi. Ternyata banyak kegunaan dan khasiat buah adas ini, bagi anda yang memiliki asam urat, dapat dicoba menggunakan tumbuhan ini. Berikut caranya: Rebus 4 gram - 9 gram buah adas yang sudah kering, dengan air empat gelas hingga tersisa dua gelas. Bisa juga buah adas dihaluskan dan seduh air panas, minum satu hingga dua kali dalam 24  jam. Tidak ada salahnya mencoba cara alami ini, semoga bermanfaat.
Mengatasi Darah Tinggi dengan Buah Belimbing
Tekanan darah tinggi memang menjadi masalah dan derita sebagian orang, bagaimana tidak hal ini memicu penyakit yang sangat fatal bahkan menyebabkan kelumpuhan, bahkan stroke serta kematian.…

PERANG KEMBANG

Perang Kembang



Perang kembang adalah adegan peperangan antara bambangan ( Janaka, Lesmana, Abimanyu, dll. ) dengan raksasa ( buta cakil, buta babrah ). Biasanya perang kembang dilakukan pada saat suasana laras pathet Sanga, setelah Goro - goro, yaitu setelah adegan Punakawan Semar , Gareng ,Petruk, dan Bagong. Atau bila tidak setelah adegan di pertapan.



Perang Kembang sendiri tidak semata - mata hanya adegan perang yang dahsyat, namun juga merupakan penggambaran kehidupan manusia. Dalam pertunjukkan wayang kulit / pagelaran wayang kulit, dibagi menjadi suasana tiga bagian, dan yang membagi adalah Laras / Pathet. Yakni

1. Pathet Nem ( Jejer, Limbukan, Perang Gagal ) dan,

2. Pathet Sanga ( Goro - goro , Adegan Pertapan, Perang Kembang ) serta,

3. Pathet Manyura ( pada saat bagian pathet ini biasanya penyelesaian masalah/kerampungan      masalah).



Nah saya akan menjelaskan, bahwa, Adegan Pagelaran Wayang Kulit dibagi menjadi tiga Pathet / Laras ,karena secara mendalam mempunyai Filsafat.…