logo

INI DIA SI JENIUS SANGKUNI

INI DIA SI JENIUS SANGKUNI

Tokoh politik dan pengadu domba pada alam pewayangan versi Mahabarata maupun Purwa Carita yang terkenal ini, ternyata tidak sepenuhnya licik, jahat dan kejam.

Walaupun banyak yang membenci karakter Sangkuni, cara pandang yang berbeda tentu akan membuka kepribadian sang provokator agung lebih luas.

Awal mula kejahatan adalah ketika paman para Kurawa ini belum menjadi patih di Astina pada jaman Prabu Pandu menjadi raja di Astina. Keinginanya menjadi seseorang pejabat menjadikanya memutar otak. Dia berfikir untuk merebut kedudukan orang terdekat raja yaitu  patih Gandamana. Menjadi patih merupakan ambisi yang besar dan harus terwujud.

Cita-cita Sangkuni terwujud, dengan mengadu domba kerajaan Astina dan kerajaan Pringgodani, karena ketrampilan dalam mengatur skenario, bukanlah Sangkuni yang menjadi tersangka dalam kasus ini, melainkan Patih Gandamana. Singkat cerita akhirnya Suman dijadikan Patih oleh Prabu Pandu dan Gandaman diusir dari Kerajaan Astina.

Tak berhenti disini, ketika lahir para Kurawa dan Pandawa, keusilan Sangkuni bertambah parah. Dia ingin membasmi anak-anak Prabu Pandu yang telah memberinya kedudukan. Pandawa tak henti hentinya diperdaya guna cepat mati, dan akhirnya para Kurawa yang menjadi pemimpin kerajaan Astina.

Kecerdikan Patih negara Astina ini membuat Kurawa dan Pandawa akhirnya bermusuhan hingga timbul perang besar atau perang penentuan, yakni perang Bharatayuda. Perang yang terjadi karena perebutan negara Astina, yang seharusnya hak milik Pandawa.

Sungguh hebat Patih Sangkuni disisi lain dia sangat jahat, disisi lain kehebatan dalam merencanakan sesuatu yang dicapainya sangatlah resik.
Keuletanya ketika ingin menjadi penjabat yaitu menjadi patih patut diacungi jempol. Namun alangkah baiknya bila saja dia berjalan dengan cara yang benar, kecerdikan dan kepintaranya berada di area kesesatan dia gunakan dijalan yang jahat.

Kepedulianya terhadap keponakannya, yang merupakan anak-anak dari kakak perempuanya agar mendapat kejayaan dengan hidup yang berkecukupan, namun sayangnya lagi - lagi dia mengambil langkah dalam keburukan, mengajarkan keponakannya tidak rukun dengan saudaranya sendiri, mengenyam kesejahteraan diatas penderitaan para Pandawa.

Kejeniusnya , hingga bisa menimbulkan peperangan yang beruntun dan sangat besar, yaitu Bharatayuda.

Bila saja kemampuanya dalam bertindak dan berfikir dia arahkan di jalan yang baik pasti tidak akan ada yang membenci atau bahkan sengit dengan tokoh fenomenal ini.

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact