logo

NORMA JAWA

NORMA JAWA

 by Sugiyanto
Dalam rangka menjaga keseimbangan untuk mencari kesempurnaan hidup maka orang jawa merasa perlu menapaki jalan hidupnya secara benar dan berpegang pada norma seperti :

Karma
Orang hidup akan menuai apa yang telah ditanamkanya " sing nandur bakal ngunduh,sing utang bakal nyaur, sing nyilih kudu ngulihake ". Orang jawa mempercayai apa bila manusia tersebut melakukan hal yang baik pasti akan memperoleh kebaikan, namun sebaliknya orang yang melakukan kejahatan pasti akan menerima pembalasan yang setimpal dengan perbuatanya.

Eling
Eling atau sadar ,adalah sikap hidup. lahir dan batiniah manusia jawa yang mencerminkan bahwa manusia yang bersangkutan sadar akan kedudukanya sebagai titah, " titah yekti ana kang nitahake ". Kalimat jawa ini mempunyai makna bahwa manusia hidup didunia sadar bahwa ada Tuhan yang menciptakan dan memberi kehidupan. 

Percoyo
Percoyo atau percaya, adalah sikap batiniah yang percaya akan keberadaan Tuhan Yang Maha Esa dengan segala kebesaran, kekuatan, dan segala sifat - sifatnya. kedekatan antara manusia dan Tuhan digambarkan " cerak ora sesengggolan,  adoh tanpa wangenan " kalimat ini bermaksud Tuhan itu dekat namun kita tidak dapat menyentuhnya, namun ketika merasa jauh Tuhan sebenarnya sangat dekat dengan kita. Kebesaran dan kasih sayang Tuhan tidak dapat digambarkan dengan kalimat apapun  atau dalam bahasa jawa" tuhu tan kena kinayangapa ".

Mituhu 
Adalah sikap setia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Perwujudan setia adalah menjalani perintah serta menjauhi larangan. 

Rila
Adalah sikap batiniah yang mencerminkan keikhlasan hati dan berserah diri sepenuhnya kepada Tuhan dengan tulus ikhlas. hal ini didasari dengan keyakinan bahwa yang dilakukan, apa yang dimiliki dan kekusaan yang dimiliki adalah milik Tuhan. Rila berarti sama sekali tidak berharap terhadap apa yang dikerjakan kecuai ridho Tuhan. " Nora sedih lamun sangsara " kalimat ini bermakna tidak akan sedih rasa dihati bila mendapatkan sengsara atau kesedihan karena semua dilakukan dengan ikhlas karena Tuhan.

Narimo
Adalah menerima dengan ikhlas , sabar dan syukur. rasa Narimo sangat besar sekali terhadap ketentraman hati. Narimo tidak berati malas, melainkan puas dengan konsep Tuhan. " Narimo ing pandum " kalimat ini bermakna menerima dengan ikhlas dengan yang telah dianugrahkan oleh Tuhan. 

Temen
Temen berarti tidak berbohong, tidak ingkar janji selalu menepati janji, dengan keteguhan hati melakukan tugas yang diberikan. " Berbudi bawa leksana " kalmat ini bermakna menepati semua yang dikatakan atau diucapkan.  " Sabdha pandhita ratu datan kena wola wali , pindha tumetesing we kresna dumawah ing delancang seta " kalimat ini bermakna janji yang diucapkan bagaikan tinta hitam yang terjatuh di selembar kertas berwarna putih.

Budi Luhur 
Adalah sesuatu sifat tabiat , perilaku manusia dalam menjalankan hidupnya dengan mengkiblat tabiat, watak, serta sifat - sifat Tuhan. Misalnya sifat kasih sayang, adil, dan tidak membedakan antara miskin kaya, besar kecil. Semua dianggap sama tanpa meninggalkan tata krama dan tata susila.

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact