logo

Wayang Sebagai Pralambang Kehidupan Manusia

Wayang Sebagai Pralambang Kehidupan Manusia

   Wayang Sebagai Pralambang Kehidupan Manusia

Wayang sebagai pralambang dalam kehidupan manusia didunia. Begitu juga dengan pesan - pesan dan nilai - nilai yang terkandung dalam pertunjukan wayang-pun bersifat Universal. Sifat, karakter dan kisah-kisah tokoh wayang didalam dunia pedalangan memang  jelas dan cukup menjadi gambaran untuk semua manusia. Kisah wayang Mahabarata dan Ramayana cukup populer di Tanah Air. Mahabarata dengan kisah heroik para Pandawa yang memberantas kejahatan saudaranya yaitu para Kurawa , Ramayana dengan kisah cinta dan pengorbanan Rama dan Shinta, yaitu melawan Raja Alengka prabu Dasamuka.Banyak Hikmah yang bisa diambil dari Kisah Mahabarata dan Ramayana.

Tokoh Pandawa mempunyai karater dan filosofi yang mengagumkan.
Tokoh Puntadewa yang terkenal dengan kesabaran, ketenangan dan keikhlasannya, konon karena besarnya keikhlasan dan kesabaran Yudistira, dia rela mengorbankan dirinya untuk mahluk yang membutuhkan walaupun nyawa sekalipun, bahkan bila ada seseorang meminta Istrinya , Puntadewa akan menyerahkannya. filosofi tokoh ini adalah Mustaka ( kepala / otak ). Puntadewa pemimpin yang sangat baik hati, adil dan bijaksana. Didalam dunia pedalangn Yudistira terkenal dengan raja yang berdarah putih, dan memegang jimat yang ampuh yaitu Jamus Kalimasada atau Kalimat Sahadat. Yudistira termasuk tokoh yang berkarakter religius dan pasrah.

Bima atau Werkudara adalah adik dari Yudhistira, karater tokoh ini adalah kaku, tegas, optimis, dan bersifat idealis. Filosofi Werkudara adalah Paningal / Netra ( kedua mata )Werkudara sangat baik hati dan menepati janji. Bima penuh keteguhan dan kehati - hatian. Dalam dunia pewayangan dan pedalangan tokoh ini sangat terkenal rendah hati dan tidak sombong, walaupun orang disekitarnya banyak yang cerdas dan pintar namun didalam diamnya Bima sebenarnya dia lebih jenius. Ketika ada masalah yang sulit diatasi Bima-lah yang bisa  melihat jalan keluar dan menyelesaikanya.

Tokoh wayang Arjuna atau Janaka dalam filosofi jawa adalah Kalbu (hati). Melakukan sesuatu dengan hati nurani dan selalu mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Tidak heran tokoh ini terkenal dengan karater suka bertapa, namun juga lihay dalam berperang. Arjuna sering mendapat anugrah karena dia sering membantu dan menolong sesama.

Nakula dan Sadewa tokoh kembar yang watak cerdas dan tangkas. Filosofi kedua tokoh ini adalah Asta ( kedua tangan ). Kemana pun mereka pergi mereka tidak pernah berpisah , selalu berbuat baik kepada sesama, mampu membedakan antara yang baik dan buruk. Nakula dan Sadewa juga setia kepada kakak - kakaknya. Tak heran mereka selalu disayang dan dilindungi oleh saudara - saudaranya para Pandawa, terutama Werkudara.

Para Pandawa adalah tokoh sekaligus simbol yang sangat patut untuk dicontoh. Didalam pagelaran wayang juga terdapat nilai - nilai yang berharga bagi masyarakat, bagi kehidupan ini. Pesan dan isi yang terkandung dalam sebuah cerita wayang dan lakon didalam pagelaran pewayangan hampir sama dengan seminar - seminar yang sering dilaksanakan dengan biaya mahal, namun berbeda dengan pagelaran pewayangan, cukup dengan sangu ( modal ) kacang goreng, kopi dan jas sarung anda akan mendapat banyak dakwah yang bermanfaat dan berisi.

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact