logo

Mengatasi Sakit Kencing Nanah ( Gonorhoe )

Sakit Kencing Nanah ( Gonorhoe )

Penyakit ini disebabkan oleh kuman diplo coccus, yang berbentuk bulat mirip dengan biji kopi, dan hidupnya berpasangan. Pada penderita laki – laki terdapat radang dari saluran air seni yang mengeluarkan lendir bernanah, sehingga menetes terus menerus dari lubang kencing. Apabila kencing maka akan terasa panas sekali. Penderita akan mengurangi minum air, dengan harapan tidak sering – sering kencing. Tiap kali sehabis kencing, harus mencuci tangan karena penyakit tersebut berbahaya bagi mata. Penyakit Gonorhoe dapat menjalar hingga ke zakar dan menyebabkan kemandulan.

Apabila wanita yang terjangkit penyakit tersebut meradang ke selaput, maka akan keluar lendir bernanah dari lubang kemaluanya yang biasa disebut darah putih atau piktay.
Darah putih ini akan berbau tidak sedap bila ketambahan kuman – kuman dari luar, dan menyebakan gatal – gatal di kulit sekitar vagina.
Mengatasi penyakit Kencing Nanah menggunakan bahan tumbuhan alami.

  • 1.     Serbuk dari kayu cendana 1 sendok teh.
  • 2.     20 butir buah kemukus.
  • 3.     20 helai daun kumis kucing.

Setelah semua bahan didapatkan, maka ditumbuk semua menjadi satu, lalu direbus dengan air 1 gelas selama 10 menit. Langkah berikutnya yaitu air disaring kedalam gelas, tambahkan gula jawa atau madu agar tidak pahit. Satu hari 2 kali atau tiga kali minum. Setiap kali meminum, buat rebusan yang baru.
Mengatasi gonorhoe dengan cara lain sebagai berikut.

  • 1.     Siapkan kulit kamboja 2 jari tangan.
  • 2.     20 helai daun kumis kucing.

Tumbuklah kulit kamboja hingga halu, campurkan dengan daun kumis kucinng dengan 2 gelas air,  rebus hingga mendidih atau hingga 15 menit. Saring air yang direbus ke dalam gelas tambahkan gula batu minum 2 kali dalam satu hari. Setiap kali akan meminuh maka buatlah rebusan yang baru.
Penyakit kencing nanah atau gonorhoe berpotensi menyebabkan kemandulan bagi pria atau wanita. Wanita hamil yang mempunyai penyakit ini tidak akan mempengaruhi bayi yang dikandungnya, namun ketika melahirkan, sang bayi harus melewati berbagai kuman, mengingat penyakit ini berbahaya bagi mata, maka berpotensi besar menimbulkan penyakit mata bagi bayi bahkan kebutaan.

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact