logo

Setyaki Lahir ( Balungan Lakon Bahasa Indonesia )

Setyaki Lahir ( Balungan Lakon Bahasa Indonesia )



Adegan Prolog

Tokoh : Prabu Tambakyuda , Singamulangjaya, dan Karungkala

Prabu Tambakyuda raja Swalabumi yang gandrung kepada Dewi Wersini, namun merasa kecewa karena mendengar Dewi Wersini sudah mendapat jodoh yaitu Prabu Setyajid dan kini Wersini sudah mengandung.  Tekad yang timbul dari
kekecewaan dan rasa Prabu Tambakyuda, mendorong ia untuk berbuat apapun asal mendapatkan Dewi Wersini sekalipun melanggar norma. Oleh karena  itu ia segera mengutus adiknya Singamulangjaya untuk memboyong Dewi Wersini dari Negara Lesanpura. Namun Karungkala mencoba mengingatkan bahwa perbuatan Prabu Tambakyuda adalah merusak pager ayu. Sang prabu tetap bersikukuh, Singamulangjaya segera berangkat dan disertai prajurit.

Adegan Negara Swalabumi

Tokoh: Prabu Setyajid, Dewi Wersini, Kakrasana, Narayana dan Bratasena

 Prabu Setyajid meminta bantuan kepada Kakrasana , Narayana, Bratasena dan Permadi untuk mencari harimau yang berwarna putih sebagai sarana siraman sekaligus idaman Dewi Wersini. Segeralah mereka berangkat, atas petunjuk Narayana mengusulkan kepada Kakrasana dan Bratasena melakukan pagrogolan kehutan yang bernama Wanaruci. Dengan keadaan bimbang Kakrasana menerima usul Narayana dan mulailah mereka mencari.

Adegan Khayangan

Tokoh: Bathara Guru , Bathara Narada, dan Bathara Singajalma.

Bathara Guru dan Bathara Narada yang terheran kepada Bathara Singajalma karena alasan keinginan memohon untuk turun kebumi. Keinginan Bathara  Singajalma untuk manitis mendapat ijin dari Bathara Guru dan segera turun ke bumi.

Adegan Hutan Wanaruci

Tokoh : Narayana, Kakrasana, Bratasena dan Permadi.

     Narayana, Kakrasana , Bratasena ,Permadi segera melakukan pencarian Singa putih didalam hutan. Dengan menyebar ke segala penjuru hutan  dan melakukan strategi yaitu dengan menggiring semua hewan ke suatu tempat. Namun beberapa saat pagrogolan bertemulah mereka dengan prjurit dari Swalabumi. Karena merasa terganggu dan mengetahui bahwa prajurit dari Negara Swalabumi ingin masuk ke Negara Lesanpura guna melamar Dewi Wersini, terjadilah peperangan. Para prajurit dari Negara Swalabumi dapat dikalahkan namun masih ada Singamulangjaya yang bersembunyi dalam hutan untuk menyerang Kakrasana dan saudaranya. Kakrasana, Narayana, Bratasena dan Permadi setelah mereka merasa keadaan sudah stabil, Kakrasana segera memerintahkan kembali untuk mencari singa putih guna untuk sarana upacara siraman bibi Dewi Wersini.  Mendengar hal itu, Singamulangjaya yang  bersembunyi merasa mendapat kesempatan dan cara untuk memboyong Dewi Wersini. Singmulangjaya segera berubah menjadi singa putih karena itu juga merupakan kesaktiannya dan mulai menampakkan diri. Melihat singa putih itu Kakrasana , Narayana dan lainya  tidak tinggal diam. Dengan sergap mereka menangkap singa itu dan dibawa ke Negara Lesanpura.

Adegan Lesanpura

Tokoh : Prabu Setyajid, Dewi Wersini,Dewi Kunti, Prabu Bismaka, Kakrasana, Narayana

 Prabu Setyajid yang merasa cemas mengharapkan Narayana dan Kakrasana dalam mencari singa putih terpecahkan karena melihat yang dinanti telah datang. Keberhasilan Narayana sangat membuat hati Prabu Setyajid senang. Upacara siraman Dewi Wersini segera dilakukan  oleh Dewi Kunti dan dilanjutkan menaiki singa putih.  Singa putih segera berjalan mengitari taman Lesanpura, disinilah kesempatan Singamulangjaya yang menjelma singa itu segera berlari dan terbang menculik Dewi Wersini. Kejadian itu sentak membuat geger taman Lesanpura. Prabu Setyajid yang semula merasa senang tiba tiba menjadi sedih dan gugup, dan Narayana menjadi sasaran kecurigaan dan kemarahannya. Prabu Setyajid menganggap Narayana yang salah dan bertanggung jawab. Narayana segera mengejar singa putih yang kabur membawa Dewi Wersini disusul Permadi.

Adegan Candakan

Tokoh : Singamulangjaya ( singa putih ), Dewi Wersini, Bayi Setyaki, Bathara Singajalma, Narayana,  Permadi, Prabu Tambakyuda,Prabu Setyajid.

Singa putih yang berlari kencang dan terbang membuat  Dewi Wersini tersiksa. Warsini yang mengandung merasa terancam, lahirlah seorang bayi laki laki dipunggung Singamulangjaya. Merasa  terganggu Singamulangjaya segera menghajar serta  mengunyah bayi tersebut  yang bukannya mati, namun justru bertambah besar, seperti ada kekuatan pada bayi itu. Narayana dan Permadi datang melawan Singa putih yang kemudian babar Patih Singamulangjaya. Namun  usaha Narayana dan Permadi sia sia, mereka dapat dikalahkan dengan mudah. Saat itu juga batara Singajalma ,menitis pada bayi tersebut. Akhirnya setelah Singamulangjaya menendang - nendang bayi tersebut bukanya mati, akan tetapi bayi tersebut berubah menjadi pemuda kemudian membunuh Singamulangjaya. Arwah Singamulangjaya bersatu ke dalam diri pemuda itu. Dewi Wersini memberi nama putranya denagn nama Satyaki disaksikan oleh Narayana dengan Permadi. Tiba – tiba  Prabu Tambakyuda menculik Dewi Wersini, yang telah mengintai tanpa sepengetahuan mereka. Setyaki tidak tinggal diam, dia segera mengejar Prabu Tambakyuda. Peperangan terjadi Prabu Tambakyuda dikalahkan Setyaki. Dewi Wersini berhasil diselamatkan. Dan datanglah Prabu Setyajid , merasa terharu dan senang melihat Setyaki anaknya, dan dia meminta maaf kepada Narayana karena telah mencurigainya. Narayana mau memaafkan Prabu Setyajid namun dia mempunyai permintaan. Bila Narayana menjadi ratu nantinya Setyaki dimohon akan dijadikan prajurit andalan. Dengan senang hati Prabu Setyajid menerima permintaan Narayana. . 

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact