logo

Strategi Ibu Pengusaha Agar Sukses Bisnis Dan Keluarga

Strategi Ibu Pengusaha Agar Sukses Bisnis Dan Keluarga

Bekerja dirumah saat ini bisa menjadi pilihan ibu masa kini. Namun dalam mengatur waktu untuk keluarga juga hal penting.

Aspek Positif Untuk Anak

Sebagai perempuan,  para ibu tentu tidak asing dengan banyaknya komentar mengenai ibu karier yang serinh dibilang menomorduakan keluarga, atau posisi ibu rumah tangga yang seolah terjerat rutinitas harian dan kurang aktualisasi diri. Menjawab pertanyaan itu, dewasa ini muncul trend ibu yang memilih bekerja atau berwirausaha dari rumah.

Perempuan berwirausaha memang tengah mendominasi ditengah masyarakat. Menurut data Kementerian Negara dan Usaha Kecil Menengah,  persentase mencapai 60% dari jumlah wirausahawan selurihnya yakni hingga 570.300 lebih orang.  Meski demikian,  jumlah itu hanya 0,24 % dari penduduk Indonesia yang mencapai 237,64 juta orang.

Perempuan atau Wanita memang dianugrahi multitasking, yang artinya bisa mengerjakan beberapa hal sekaligus dengan hasil yang rata-rata baik. Walaupun itu juga bekerja di rumah.  Bagi sebagian ibu,  hal ini bahkan bisa menjadi life style baru yang menjadi cover semua kekurangan dari ibu karier dan ibu rumah tangga. Pekerjaan yang diambil pun bisa beragam, seperti home industry,  penulis,  editor, biro hukum,  psikolog, dan dokter yang mmembuka praktik di rumah.

Selain itu menurut erfianne S.  Cicilia, Psi,  seorang psikolog keluarga, bahwa seorang ibu yang bekerja dari rumah secara tidak langsung menjawab tantangan zaman bahwa masih banyak hal yanh bisa dilakukan wanita untuk bisa produktif dan meng_aktualisasikan diri.

Selain bekerja dari rumah memberikan keleluasaan waktu untuk membagi tugas kapan harus  mengerjakan urusan bisnis. Menurut psikolog Lembaga Psikologi Terapan (LPT) UI:
" secara psikologis,  anak yang melihat ibunya bekerja dari rumah,  juga paham bahwa orangtuanya,  terutama si Ibu adalah bukan sosok yang suka ngerumpi dengan tetangga dan terus menghamburkan uang sementara bapaknya membanting tulang mencari uang atau nafkah", tutur Vivi.

Memerhatikan Godaan

Memurut Vivi,  memang sebelum maju dan serius dalam bisnis,  harus mempunyai visi dan miso yang pasti.

" Apakah mau  prefesional sebagai bisinis,  sebagai aktualisasi diri,  atau untuk mengisi waktu luang. Kalau hanya mengisi waktu luang dengan jualan kue kering, misalnya,  ya jangan meletakkan ekspektasi tinggi terhadap penjualan dan kualitas barang tersebut."

" jika berani prefesional,  maka harus mengalokasikan waktu dan usaha yang lebih banyak untuk balik modal dan memdapatkan provit. Motivasi Aktualisasi diri juga harus diperhatikan, karena ada orang yang merasa aktualisasi dirinya bukan dengan berbisnis,  tapi justru merasa berharga dengan merawat anak dan bangga saay anaknya mendapat nilai memuaskan disekolah",  lanjut Vivi.

Ketika dirasa motivasi sudah sesuai,  kemampuan manajemen waktu pum harus kuat, karena begitu banyak godaan yang datang. Misalnya saat bekerja anak mengajak bermain,  kalau sudah begitu akan menjadi repot.

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact